Lembaran Mimpi

Rabu, 15 Desember 2010

Liburan akhir tahun!

Huaa..

akhirnya satu semester di ITB terlewati jg, walau agak khawatir sama IP nanti, hha :D

Anyway, kita liburan sekarang! Dan ada yg beda di liburan akhir tahun ini, ini jadwal liburan saya:

17-18 Desember : Surabaya and Malang
19-20 Desember : Jogja
20-22 Desember : Semarang

25-28 Desember : Singapore

30 Desember - 1 Januari : Smart Camp

Sebenernya saya ga murni libur seutuhnya, ada misi-misi tersendiri di setiap agendanya.

Acara keliling Jatim-Jateng dari tanggal 17-22 Desember itu adalah rangkaian acara dari Roadshow IEC 2011. Jadi selama 5 hari itu kita akan keliling Universitas di daerah yg kita datengin untuk promosi acara IEC 2011. ITS untuk Surabaya, Unibraw untuk Malang, UGM untuk Jogja, dan Undip untuk Semarang.

Nah acara dari 25-28 Desember sebenernya yg paling menarik, karena akhirnya saya bisa ke luar negeri dan setelah sekian lama buat paspor akhirnya bisa dipakai jg, hha :D

Ini sebenernya acara ayah yg diundang jadi pembicara di sana, cuma karena tau anak-anak tercintanya lagi liburan, jadilah saya dan fathin di ajak, ayey! :)

Smart Camp, 30-1 Januari. Acara besar saya dengan ayah. Kita rencananya akan bikin even untuk anak SMP dan SMA di Tangerang dan sekitarnya untuk kita bina selama 3 hari 2 malam untuk menjadi pembelajar yg sesungguhnya.

Januari 2011?

Akan banyak hal lain yg ingin dan harus dilakukan terutama, bikin buku!

.

.

Demikian pidato singkat yg bisa saya berikan.

Sekian dan terima kasih.

*mabok

hhaa..

Selamat Berjuang!

Untuk adik-adikku di Madani sana,

Kalian akan masuk 2011, tahun kalian kawan, tahun terakhir kalian, tahun terakhir untuk memberikan yg terbaik kepada almamater kita.

Kawan, mungkin terkadang kita letih dengan semua ujian yg sedang kita hadapi. Mungkin saat ini, ujian kita hanya 1 atau 2 minggu. Ingatlah kawan di tahun kalian nanti, ujian akan berlangsung selama sebulan tanpa henti.

Tapi satu hal yg ingin saya sampaikan, ujian-ujian yg kita hadapi nanti akan menjadi harga untuk kesuksesan yg kita inginkan. Sebesar apa harga yg siap kalian bayar, sebesar itu lah kesuksesan yg menanti.

.

Allah Maha Adil dalam menentukan nasib seseorang.

Para Sufi butuh waktu yg panjang untuk bisa memahami Islam seutuhnya.

Pengusaha kaya butuh waktu lama untuk bisa menguasai pasar dan menjadi sukses.

Profesor-profesor butuh puluhan tahun untuk menjadi Guru Besar.

.

Bukankah suatu yg konyol jika mengharapkan sesuatu yang besar sementara kita melakukan yg kecil?

Akan selalu ada harga yg di bayar untuk mendapatkan sesuatu.

Jadi, kenapa kita tidak menikmati saja setiap langkah perjuangan kita untuk mendapatkan apa yg kita inginkan?


 

Bandung, 141210

*dibuat karena menyadari akan banyak sekali ujian yg akan kalian hadapi. Mari kita nikmati :)

Sabtu, 16 Oktober 2010

SNMPTN, UM-PTN, UM STAN dan tes-tes lainnya

Saya akhirnya bisa nulis ini juga. Tulisan ini buat siapa saja yg memang kebetulan membutuhkan, tidak ada paksaan untuk diikuti, saya mencoba berbagi pengalaman yang semoga saja berguna :)

Saya mau berbagi cerita tentang ujian masuk universitas.

.

.

Beberapa teman nanya, "Lif, gimana supaya sukses ujian-ujian masuk PTN?"

Sebenernya saya jg bingung mau jawab apa wong PMDK saya aja ditolak sama UI dan ITS (makasih ya udah ditolak :p) jadi saya cuma bisa ngasih gambaran buat tes-tes yg bentuknya emang tes tertulis.

.

Ayo to the point! Jadi gini temen-temen, Univ (universitas) itu semuanya nyari orang yang cerdas buat jadi mahasiswa mereka, para rektor-rektor tuh nyari orang-orang yg siap untuk jadi pembelajar, jadi definisi cerdas disini kalo menurut saya adalah orang yang memang mau dan mampu belajar hal-hal baru yang nantinya akan relatif lebih sulit daripada materi di SMA. Univ itu ga nyari orang-orang yang cuma pinter ngakalin soal, yang cuma bisa make rumus cepet buat ngerjain soal SNMPTN ataupun ujian masuk lainnya.

.

Ada cerita menarik di kampus saya. Di ITB, para dosen amat meng-appreciate mahasiswa yg bisa masuk ke ITB tanpa bimbel (tanpa ada maksud menyalahkan bimbel loh, saya jg ikut bimbel soalnya, hhaa), karena ternyata 10% mahasiswa baru drop out setiap tahunnya karena ga kuat mengikuti persaingan akademis disini, dan berdasarkan pengamatan di sana, mereka yg DO adalah mahasiswa yg masuk karena 'ngakalin' soal, yang cuma make rumus cepet tanpa tau kenapa rumus itu ada.

.

Kalo mau dianalogikan, orang cerdas dan orang pintar versi saya ini, kita bisa make bak air.

Orang pintar, bak airnya terisi dengan banyak air tapi sudah hampir mencapai batas volume maksimumnya sehingga ga bisa diisi lagi.

Sebaliknya orang cerdas, bak airnya walaupun tidak terlalu banyak air didalamnya tapi masih memiliki banyak ruang kosong untuk diisi dengan air-air baru.

Tentu saja, setiap orang memiliki kapasitas 'bak air' yang berbeda-beda. Tapi bukan berarti kita ga bisa meningkatkan kapasitas kita.

.

Nah kalo emang mau sukses di ujian2 masuk, kita harus sesuai dengan apa yg dibutuhkan oleh para profesor2 yg jadi rektor dsana, kita harus jadi roang cerdas, yang siap belajar hal-hal baru. Saat ini, univ-univ udah punya alat untuk menentukan seseorang cerdas atau tidak contohnya adalah psikotes atau tes potensi akademik (TPA).

Dari semua tes yang saya ikuti (UI, STAN, SNMPTN bahkan untuk ke UKM-univ di Malaysia), semuanya menguji seberapa cerdas kita. Soal UMB untuk UI sangat mengandalkan logika kita yang bahkan kalo menurut saya tidak terlalu butuh teori pelajaran. STAN dan SNMPTN juga dengan soal TPA yg bergitu banyaknya. Dan psikotes untuk UKM. Sayangnya tentang TPA ini jarang sekali dipelajari di sekolah.


Ada dua tips dari saya untuk hal ini.

Pertama, perbanyak belajar tentang TPA ataupun psikotes (untuk selanjutnya di singkat TPA saja), karena seperti kta saya tadi, kecerdasan kita bisa ditingkatkan. Coba pelajari apa itu silogisme, deduktif induktif, hitung-hitungan dasar, deret-deret, kemampuan spasial, dan lainnya. Kalo saya pribadi amat sangat mengajurkan belajar tentang TPA dari zenius (ttg zenius bisa langsung nanya ke saya aja).


Kedua, untuk masalah soal-soal yg memang materi SMA kita. Satu hal yg ingin saya tekankan, mari kita PAHAMI apa yang sebenarnya yang kita pelajari!

Banyak dari kita yg belajar hanya sebatas untuk menggugurkan kewajiban (termasuk saya mungkin, yg belakang saya dapat efek negatifnya di ITB), kita hanya belajar untuk ujian saja, yang nantinya kita hanya belajar hal-hal yang nantinya diujiankan saja. Kita tidak berusaha untuk memahami apa yg kita pelajari, padahal para orang-orang hebat yg menyusun kurikulum kita di diknas sangat berharap kita mengerti dan memahami apa yg kita pelajari.

Kenapa saya sangat menekankan di poin ini? Karena ternyata soal-sola untuk masuk universitas tidak akan sesederhana soal UN yg notabene berbasis evaluasi dimana akan meluluskan orang-orang yg mengikutinya. SNMPTN ataupun UM PTN yang lain (untuk selanjutnya saya gunakan UMPTN saja) adalah tes berbasis seleksi dimana nantinya akan terjaring orang-orang yg memang mampu untuk mengerjakannya. Oleh karena itulah soal-soal UMPTN dibuat lebih sulit dari soal-soal evaluasi. Soal UMPTN biasanya butuh pemahaman lebih untuk bisa mengerjakannya. Dan disinilah kenapa saya menekankan kenapa kita harus memahami betul apa yang kita pelajari karena jika hanya sekedar tau saja kemungkinan kita tidak lulus besar sekali.

.

Sob, kita masih punya waktu beberapa bulan lagi, mari kita gunakan sebaik-baiknya buat belajar. Mari kita mulai serius dengan sekolah kita, kita kurangi waktu bermain kita, kita coba untuk nambah jadwal belajar kita. Karena kalo manurut saya, kalo kita hanya berusaha seperti orang-orang pada umumnya maka kita akan bersama orang-orang yg pada umumnya tidak lolos UMPTN. Ingat hanya 20% siswa SMA yg akhirnya bisa jadi Mahasiswa di PTN.

Mari berjuang! Kita tunjukan ke orang tua kita bahwa kita bisa lakukan yang terbaik!

"Karena sesungguhnya tidak ada keringat yang tidak dibayar"

.

Semoga berguna :)

.

.

0.05 WIB

Bandung, 171010

Sabtu, 18 September 2010

Galau

Saya gundah gulana.

Konyol emang, tapi emang gini yang sekarang saya rasakan.

Mereka bilang ini lebay, tapi this what I feel.

.

Yah intinya saya harus rela dia pergi.

Kita harus kembali ke dunia awal kita.

Berjuang lagi. Belajar lagi.

.

.

*tapi satu hal yang saya seneng ternyata dia galau jg :)

Kamis, 16 September 2010

Kelabilan

“Dasar remaja labil!”

hhaaha.

ini salah satu komentar dari kawan yang menanggapi ke”pink”an FB saya.

.

Seumuran saya, 18 tahun. Cinta-cintaan udah ga aneh, bahkan banyak yg udah mulai dari sejak SMA atau SMP. Tapi saya sendiri ga mau make istilah “cinta”. Menurut saya, cinta itu buat mereka yang emang serius ngejalaninnya. one step more to married lah, hha.. Kalo seumur kita? yah suka-suka aja lah, yang penting seneng, kalo menurut istilah saya. Makanya saya suka aneh kalo banyak yang bilang “saya cinta kamu”. Well secinta itukah? atau hanya sekedar ‘saya suka kamu dan saya merasa nyaman denganmu."

Sebagai manusia mau ga mau emang harus mengalami fase kelabilan ini, suka dengan lawan jenis, kagum dengan lawan jenis.

ini adalah fase yg memang harus dilewati, jadi kenapa kita tidak nikmati saja fase kelabilan ini?

#postingankacau

hhaaha..